resensi dodol

By morningdew

resensi-dodolKenapa yah dakuw akhirnyah memutuskan untuk menulis resensi inih?

Setelah kupikir-pikir, menimbang, memutuskan, guling-gulingan di kasur, en makan semangka, akhirnya diri ini mendapatkan jawabannya….yaitu : karena pengen ajah.

Ya, karena pengen ajah nulis setelah baca buku Anak Kos Dodol Lagi a.k.a AKDL dan ngeliat pengumuman festival resensi di halaman akhir bukunya. Karena pengen ajah secara kalo ikut festival ini bisa dapet kaos esklusip yang (katanya) limited edition. *Lumayan…bisa nambah2 buat lap pel cadangan, hehe ya ngga lah*.

Dan yang paling penting, karena di ketentuan ketujuh ada tulisan :
Makan tempe bikit imut, makan tahu bikin nyesel.
Tak ikut? Nyesel deh…

Nah, secara aku suka makan tempe n dirikuw emang imut *ngaku2*, so aku bertekad : aku akan ikut lomba ini! Hohohhohoho…

Ehem…ehem… Kawanku tercinta, setelah intro yang cukup panjang, saatnya lah dirikuw menulis resensi sebuah buku yang konon dodol ini. Bukan, bukan karena penulisnya suka makan dodol waktu nulis buku ini, tapi karena kedodolan yang menjangkiti dirinya berusaha ia tularkan pada para pembacanya. So, waspadalah! Waspadalah! Dan belilah buku ini! *lho?*

Yap, buat yang belon tau, buku Anak Kos Dodol Lagi (AKDL) ini merupakan sekuel alias lanjutan dari buku Anak Kos Dodol (AKD) yang berdasarkan pengakuan mama penulisnya sih telah dicetak ulang sebanyak 8 kali sampe sekarang. So, yang belon baca apalagi yang belon beli, segeralah pinjem, hehe, maksutnyah segeralah baca terlebih dahulu ya.

Seperti halnyah AKD, AKDL juga masih menceritakan seputar kehidupan kos-kosan Dedew *cewe yang (ngaku-ngaku) kiyut berambut kribo, n berbodi kerempeng* and the gank yang meliputi, antara lain, yaitu, diantaranya Tere, Sofia, Alisha, Sarah, Sasha, Rasti, Leslie, Ugie, Julia, Ine, Mbak Nunuk, n nggak lupa didampingi oleh Pak Sayuti sang penjaga kosan plus Mbak Nem terlopeh yang jagain warung ibu kos *tempat anak-anak pada ngutang kalo akhir bulan, huehe*. AKDL menceritakan kisah hidup orang-orang tersebut dengan segala kedodolannya.

Mulai dari ngerjain cowok cakep di si ganteng di sarang perawan, makan sahur jam tujuh pagi gara-gara wekernya mati n ga seorang pun yang nyadar di sahur, sahurrr…, ngerumpi sama bokap-bokap tanpa sadar di insiden kamar mandi, sampe ujian dodol di tragedi musim ujian.

Oia, cerita i feel love in the air dalam buku ini ngajarin kita tentang arti sebuah persahabatan. Bye-bye benda panjang, nyadarin kita betapa benda-kecil-namun-sangat-berbahaya-sekali a.k.a rokok memang sangatlah berbahaya, dan peristiwa subuh ngasitau kita untuk hati-hati dengan cicak *hihi*.

Dakuw juga dapet pelajaran kalo kita harus hati-hati memenej perasaan kita lewat mengejar mas-mas. Cinta salah jalan, memberikan peringatan kembali tentang bahayanya pergaulan bebas. Waspadalah ala Bang Napi tergambar jelas di tunggu aku di terminalmu. Dan tentang sebuah nama bikin T_T.

Tapi, favoritku dari buku ini adalah aku cantik, yang membuatku kembali merenungi makna syukur dan menerima diri ini apa adanya, rencana Tuhan yang terbaik, yang kalimatnya aku suka banget “Tuhan telah merencanakan yang terbaik untuk umat-Nya, mengapa kita harus bersedih hati?”, dan hebatkah aku, yang dalem banget mengajarkan bahwa amalan yang besar dan Alloh sukai, bisa sia-sia jika kita tidak menjaga hati dan lisan kita.

Other stories kayak magelang story: seru-syeram-tegang, nunuk si miss pikun, balada bioskop djokdja, makhluk-makhluk dodol kelas E, sarah korban mabulir, bukan kambing kurban, n JJS: jalan-jalan sial juga gak kalah seru!

Yang jelas, semua cerita di atas bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, eh maksudnya bersatu dalam satu alunan *tsaaah, kayak lagu aja* tema : kedodolan-kedodolan anak kos, yang sebenernya mau bilang kalo dalam hidup kita, hal-hal sederhana yang terjadi dalam hidup kita, sedodol apapun itu, sesungguhnya menyimpan hikmah kalo kita mau mencari dan memetiknya *tsaaah…*

Sekali lagi saya mohon maap kalo dalam tulisan ini banyak yang dodol, karena emang ini resensi dodol, jadi mau gimana lagi dong? Yasuw lah. Selamat buat sang penulis a.k.a Mba Dedew! Lagi-lagi bikin dodol…hehehe…

Peresensi: http://rifzahra.multiply.com/reviews/item/23

One Response to “resensi dodol”

  1. Dedew Says:

    Wahhh…Rifi mejeng disini, makasih yaa say…!!! Ayo yang belom ikutan, sok atuhhh diantos..*manusia bunglon segala bahasa bisa hihihi..

Leave a Reply